PERAN ECO-THEOLOGY SEBAGAI UPAYA MENJAGA RELASI ALAM DAN MANUSIA (TINJAUAN TEOLOGIS YEREMIA 14:1-9)
Keywords:
Alam, eco-theology, krisis ekologi, manusia, relasi, Yeremia 14:1-9Abstract
Kajian ini meneliti tentang peran Eco-Theology sebagai upaya menjaga relasi alam dan manusia berdasarkan tinjauan teologis Yeremia 14:1-9. Manusia dipanggil Allah untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Namun, realitanya, manusia malah merusak dan menghancurkan tatanan lingkungan hidup yang mengakibatkan krisis ekologi. Akibat dari perbuatan manusia tersebut, Allah menghukum dan memberi peringatan kepada manusia supaya memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan alam sekitarnya. Yeremia memberikan pemahaman teologis dalam Kitab Yeremia 14:1-9 bahwa Allah memiliki kuasa memberikan pelajaran kepada bangsa Israel yang memiliki sikap tidak setia dan tidak taat kepada Allah sehingga mereka mengalami bencana kekeringan. Manusia dianggap sebagai aktor utama atas krisis ekologi yang menyebabkan bencana alam seperti kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman peran Eco-Theology dengan meninjau kajian teologis berdasarkan kitab Yeremia 14:1-9 demi mewujudukan kesadaran relasi manusia terhadap keharmonisan kepada alam dan mengurangi krisis ekologi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data, deskripsi, melakukan analisis dan evaluasi data melalui pemikiran kritis dari buku, artikel jurnal dan Alkitab yang berkaitan dengan pembahasan. Metode ini membagi penelitian ini menjadi tiga poin penting. Pertama, Eco-Theology dan Peran Manusia dalam Menjaga Alam. Kedua, Tinjauan Teologis Yeremia 14:1-9. Ketiga, Implikasi Yeremia 14:1-9 dan Eco-Theology sebagai Upaya Menjaga Relasi Alam dan Manusia? Hasil dari penelitian ini adalah menawarkan kajian teologis Yeremia 14:1-9 dalam menerapkan pemahaman Eco-Theology dalam kehidupan manusia sebagai suatu alternatif dalam mengatasi krisis ekologis. Kesimpulannya adalah untuk menyampaikan pesan bahwa melalui kesadaran manusia sebagai ciptaan Allah bertanggungjawab menjaga lingkungan alam sebagai bentuk relasi yang bermakna dan harmonis antara Allah dan manusia serta ciptaan-Nya yang lain.
Kata kunci: Alam; eco-theology; krisis ekologi; manusia; relasi; Yeremia 14:1-9
Downloads
References
Agustina Maharani. (2017). Mengenal Bencana dan Fenomena Alam. Istana Media.
Anton Baker. (1995). Kosmologi dan Ekologi: FIlsafat tentang Kosmos Sebagai Rumahtangga Manusia. Kanisius.
Barbara Green. (2013). Jeremiah and God’s Plans of Well-being. (Univ of South Carolina Press.
Brevard S. Childs. (2011). Biblical theology of the Old and New Testaments: Theological reflection on the Christian Bible. Fortress Press.
Carol J. Dempsey. (2014). “From Drought to Starvation (Jeremiah 14:1-9): A National Experience, a Global Reality.” In dan A. C. P. Sheila E. McGinn, Lai Ling Elizabeth Ngan (Ed.), Bread Alone: The Bible Of through The Eyes of Hungry (hal. 54). Fortress Press.
Celia Deane-Drummond. (2011). Teologi dan Ekologi,. BPK Gunung Mulia.
Effendi Purba. (2008). Tanggungjawab Gembala (Gereja) Melestarikan Lingkungan Hidup. In Rein Justin Gultom (Ed.), Bunga Rampai: Alam Diambang Kepunahan, Siapa Peduli? (hal. 41). Rony Printing House.
El Nino: Beberapa daerah di Indonesia mulai alami kelangkaan air bersih. (n.d.). BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cydgj76p626o
Indarto, Wahyuningsih, S., Pudjojono, M., Ahmad, H., & Ahmad, Y. (2014). Studi Pendahuluan tentang Penerapan Metode Ambang Bertingkat untuk Analisis Kekeringan Hidrologi pada 15 DAS di Wilayah Jawa Timur. Jurnal Agroteknologi, 08(02), 112–121. jurnal.unej.ac.id/index.php/JAGT/article/view/3040/2446
James Montgomery Boice. (2015). Dasar-Dasar Iman Kristen. Penerbit Momentum.
Jefri Hina Remi Katu. (2020). Teologi Ekologi : Suatu Isu Etika Menuju Eskatologi Kristen. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika, 1(1), 65–85.
John Arthur Thompson. (2022). The Book of Jeremiah. Wm. B. Eerdmans Publishing.
John H. Hayes dan Carl R. Holladay. (2017). Pedoman Penafsiran Alkitab. BPK Gunung Mulia.
Keriapy, F. (2019). Ekologi dalam perspektif iman kristen (mengungkapkan masalah ekologi Indonesia). Jurnal Teologia, 1(1), 1–13. file:///C:/Users/My Laptop/Downloads/karya_ilmiah_ekologi_ Frets -Final.pdf
Mark J. Boda, M. J. dan J. G. M. (2013). Dictionary of the Old Testament. IVP Academy.
Matthew Henry. (2015). Commentaries of Jeremiah. Paphos Publishers.
Merrill F. Unger. (1966). Unger’s Bible Dictionary. Moody Press.
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya Offset.
Norman L. Geisler. (2015). Etika Kristen: Pilihan dan Isu Kontemporer (II). IN: Literatur SAAT.
Putra, A. M. (2020). Relasinya Dengan Semesta. 1(Januari), 98–123.
Richard Bauckham. (2010a). Bible and Ecology Rediscovering the Community of Creation. Baylor University Pres.
Richard Bauckham. (2010b). Bible and Ecology Rediscovering the Community of Creation. Baylor University Pres.
Robert P. Borrong. (2019). Etika Bumi Baru. BPK Gunung Mulia.
Sean McDonagh. (1986). To Care For The Earth A Call to a new theology. Geoffrey Chapman.
Tremper Longman III. (n.d.). The Baker Illustrated Bible Dictionary.
William Holladay. (1986). , Jeremiah 1:A Commentary on the book of Prophet Jeremiah chapters 1-25. Fortress Press.
Zakaria J. Ngelow, dkk. (2019). Teologi Bencana: Pergumulan Iman dalam Konteks Bencana Alam dan Bencana Sosial. BPK Gunung Mulia, April, hlm. xv.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Delinda Elizabeth Aritonang, Rifka Lamro Basana Hutauruk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.














