Analisis Etis-Teonomi Terhadap Frasa “Kecuali Karena Zinah” Teks Matius 19:9

Penulis

  • Harold Pardede Sekolah Tinggi Teologi Moriah, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.46408/vxd.v5i2.487

Kata Kunci:

etika, keluarga kristen, Matius 19:9, perceraian, teonomi

Abstrak

Perceraian adalah salah satu hal yang tidak inginkan oleh setiap keluarga Kristen. Apalagi di dalam iman kekristenan, umumnya perceraian adalah hal yang dilarang. Namun tidak bisa dipungkiri di zaman sekarang banyak terjadi kasus perceraian di kalangan keluarga Kristen. Penelitian ini ingin memberikan perspektif berbeda mengenai perceraian dalam iman Kristen sesuai teks Matius 19:9. Dengan menggunakan metode kualitatif serta analisis kontekstual teks Matius 19:9, penelitian ini ingin melihat perceraian dikarenakan zina. Analisis teks Matius 19:9 dikaitkan juga dengan pemahaman etika teonomi sehingga perceraian dapat dilakukan jika memang terjadi masalah perzinaan dalam keluarga Kristen tersebut. Dengan pendekatan etika teonomis yang menekankan kebebasan dan tanggung jawab manusia dan bagaimana keberpihakan kepada korban, maka perceraian dalam keluarga Kristen dapat dilakukan, karena kehendak Allah tidaklah asing bagi pemenuhan kemanusiaan kita. Maka lewat penelitian ini, keluarga Kristen yang sedang bermasalah dalam pernikahannya, tetap mampu melihat kasih Allah yang tak terbatas terhadap kemampuan atau kedagingan manusia yang terbatas.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ajayi, D. E. (2016). Marriage from Biblical Tradition and Contemporary Contradictions: Jesus, The Jews, Moses, Paul and the Rest of Us. A Biblical Exegesis of Matthew, 19, 3–9.
https://www.academia.edu/13071201/Marriage_from_Biblical_Tradition_and_Contemporary_Contradictions_Jesus_the_Jews_Moses_Paul_and_the_Rest_of_Us

Greg Bahsen. (2021). Theonomy in Christian Ethics. New York: Covenant Media Press
Handi Hadiwitanto. (2019). Sikap Pada Perceraian dan Tantangan Pelayanan Pastoral Gereja, Dalam Gereja dan Persoalan Persoalan di Sekitar Perceraian (Asnath Niwa Natar, Ed.). Yogyakarta: UKDW
Hidayat, R. (2018). Melihat Tren Perceraian Dan Dominasi Penyebabnya. Hukumonline.Com.
Listijabudi, Daniel. (2019). Menyoal Perceraian: Suatu Tinjauan Etis-Biblika dalam Buku Gereja dan Persoalan-Persoalan Di Sekitar Perceraian. Yogyakarta: UKDW
Marxsen, W. (2018). Pengantar Perjanjian Baru: Pendekatan Kritis Terhadap Masalah Masalahnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Natar, Asnath Niwa. (2020). Gereja dan Persoalan Persoalan di Sekitar Perceraian. Yogyakarta: UKDW
Putra, A. (2020). Problematika Teks Dan Makna Matius 19:9 Tentang Perceraian. Jurnal Missio Ecclesiae, 1–5.
Robinson, Andrew. 2015. Thomas Aquinas: Ethics and Anti-Capitalism. https://ceasefiremagazine.co.uk/thomas-aquinas-ethics-anti-capitalism/, diakses pada 24 Agustus 2016.
Schafer, Ruth & Freshia Aprilyn Ross. (2017). Bercerai Boleh Atau Tidak (Tafsir Terhadap Teks Perjanjian Baru). Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Siburian, B. (2019). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Perceraian Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Balige Tahun 2017. JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity, 1(1), 31–39.
Tridarmanto, Y. (2015). Perceraian Dilihat Dari Perspektif Bibilis Dalam Buku “Perceraian Di Persimpangan Jalan, Menelisik Perjanjian Lama Dan Tradisi Abrahamik.” Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Zaluchu, S. E. (2021). Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan. Jurnal Teologi Berita Hidup, 3(2), 249–266.

Diterbitkan

2024-12-27

Cara Mengutip

Pardede, H. (2024). Analisis Etis-Teonomi Terhadap Frasa “Kecuali Karena Zinah” Teks Matius 19:9 . Vox Dei: Jurnal Teologi Dan Pastoral, 5(2), 221–234. https://doi.org/10.46408/vxd.v5i2.487

Terbitan

Bagian

Articles