"Dumia Umbanua” : Misi Kontekstual Dalam Moderasi Beragama Di Desa Laikit Kabupaten Minahasa Utara
DOI:
https://doi.org/10.46408/vxd.v5i2.488Kata Kunci:
Dunia Umbanua, missio dei, missio ecclesiae, moderasi beragama, teologi misi kontekstualAbstrak
Ritual dumia umbanua memiliki nilai-nilai historis dan kultural yang penting bagi masyarakat setempat, namun, pelaksanaan upacara adat dumia umbanua seringkali menimbulkan perbedaan pandangan dan interpretasi antara adat dan agama, serta menimbulkan konflik di antara masyarakat. Beberapa tokoh agama Kristen di Minahasa bahkan menganggap bahwa upacara adat dumia umbanua tidak sesuai dengan iman Kristen. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang ritual dumia umbanua; menghubungkan dumia umbanua dalam kajian misi kontekstual dan implementasi dalam moderasi beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan studi literatur dan data lapangan. Adapun hasil penelitian pelayanan misi kontekstual pada masyarakat Laikit merupakan suatu pendekatan pelayanan gereja yang menekankan pentingnya pemahaman kontekstual dalam menghadapi kontroversi ritual tersebut. Pelayanan misi kontekstual mencakup segala upaya gereja untuk menghadirkan pesan kabar baik (Injil) dan keselamatan Allah dalam cara yang relevan melalui ritual tersebut. Melalui Missio Dei, Tuhan memberikan Missio Ecclesiae yakni otoritas kepada gereja untuk menjalankan misi Allah yang berciri non-eksklusif, toleran dan kontekstual.
Unduhan
Referensi
Basrowi Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Rineka Cipta.
Bosch, D. J. (2012). Transformasi Misi Kristen. Bpk Gunung Mulia.
Dahlan, A. Z. (2015). Memahami Agama Dan Budaya Sebagai Solusi Mengatasi Konflik Teologis. Center Of Middle Eastern Studies (Cmes), 8(1), 30–40. Https://Doi.Org/10.20961/Cmes.8.1.11620
Daring, K. V. (2016). Konteks. Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa.
Gp, H. (2012). Pengantar Misiologi: Misiologi Sebagai Jalan Menuju Pertumbuhan. Penerbit Andi.
Gp, H. (2017). Teologi Misi: Dari Missio Dei Menuju Missio Ecclesia. Penerbit Andi.
J. Andrew Kirk. (2015). Apa Itu Misi? Suatu Penelusuran Teologis. Bpk Gunung Mulia.
Lexy J. Moleong. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Pt. Remaja Rosdakarya.
Naftallino, A. (2014). Teologi Misi: Misi Di Abad Postmodernisme. Logos Heaven Light Publicizing.
Sangian, N. S. (2023). Liminality-Ecumenical Space In The Dumia Umbanua Ritual In Kaima Village, North Minahasa. Aurelia: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(1), 251–258.
Satria, M. R. P. (2019). Relasi Adat Dan Agama. Academia.Edu.
Tim Penyusun Kementerian Agama Ri. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama Ri.
Tim Redaksi. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Tomatala, Y. (2003). Teologi Misi Pengantar Misiologi: Suatu Dogmatika Alkitabiah Tentang Misi, Penginjilan Dan Pertumbuhan Gereja. Yt Leadership Foundation.
Tomatala, Y. (2007). Teologi Kontekstualisasi. Gandum Mas.
Tuela, A. I., Palar, Y. N., & Kalintabu, H. (2023). Filosofi Sitou Timou Tumou Tou Merawat Manusia Dalam Bingkai Moderasi Beragama. Vox Dei Jurnal Teologi Dan Pastoral, 4(2).
Tuhri, M. (2019). Kilas Sejarah Konstruksi Pengertian Adat Dan Agama – Crcs Ugm. Crcs.Ugm.Ac.Id.
Yolanda, P., & Englin, M. (2023). “Dumia Um Banua”: Sebuah Tradisi “Ator Kampung” Sebagai Upaya Menjaga Harmoni Manusia Dan Alam. Da’at: Jurnal Teologi Kristen, 4(2), 69–77.














