Imago Dei Sebagai Landasan Penghargaan Terhadap Martabat Peserta Didik
Kata Kunci:
Imago Dei, Martabat manusia, Pendidikan, Penghargaan terhadap sesama, Peserta didikAbstrak
Konsep Imago Dei, menegaskan bahwa manusia diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang istimewa. Sebagai pribadi yang segambar dengan Allah, manusia dianugerahi dengan akal budi, hati nurani, dan kehendak bebas. Namun dalam kehidupan seringkali terjadi pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan, termasuk di lingkungan sekolah. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya praktik seperti perundungan, kekerasan fisik dan verbal, stigmatisasi terhadap siswa, dan pengelompokkan siswa berdasarkan prestasi atau nilai di kelas. Berhadapan dengan realitas ini, maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran pendidikan dalam membentuk kesadaran peserta didik untuk menghargai martabat sesama berdasarkan perspektif Imago Dei. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis dan teknik pengumpulan data studi pustaka. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjelaskan peran pendidikan dalam membentuk kesadaran untuk menghargai martabat peserta didik di lingkungan sekolah menurut perspektif Imago Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang berlandaskan konsep Imago Dei berperan penting dalam membentuk kesadaran etis peserta didik untuk menghargai nilai kemanusiaan setiap orang, sehingga dapat meminimalisir tindakan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah. Dengan demikian maka, pendidikan harus membantu peserta didik untuk memandang diri sendiri dan sesama sebagai Imago Dei, yang terwujud lewat perilaku menghargai diri dan sesama.
Unduhan
Referensi
Adelia, J., & Salito. (2025). Implementasi sistem pendidikan nasional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah. Jurnal Akuntansi, Manajemen, Dan Ilmu Pendidikan (JAMED), 1(3), 23–35.
Alkitab Deuterokanonika. 2010. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.
Bambangan, M., & Viter. (2025). Makna Imago Dei dalam Teologi Pastoral Berdasarkan Lukas 14 : 12-14 Bagi Kaum Disabilitas dalam Kehidupan Gerejawi. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 8(1), 12–14. https://doi.org/https://doi.org/10.34081/fidei.v8i1.558
Berhitu, M., Sitinjak, H., & Siahaya, A. (2025). Hakikat Imago Dei dalam Pendidikan Karakter Kristen: Analisis Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat. In Theos : Jurnal Pendidikan Agama Dan Teologi, 5(9), 389–394. https://doi.org/https://doi.org/10.56393/intheos.v5i9.4250
BP, A. R., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1–8. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/alurwatul
Buka, P. (2025). Media Digital Sebagai Katalisator Imago Dei dalam Perancangan Pembelajaran Etika Kristen Untuk Mengatasi Hoaks Digital. EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 5(4), 895–904. https://doi.org/https://doi.org/10.51878/edutech.v5i4.8079
Gereja Katolik. (1995). Katekismus Gereja Katolik. Penerjemah Herman Embuiru. Ende: Nusa Indah.
Hasbullah. (2007). Otonomi Pendidikan: Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Irsalulloh, D. B., & Maunah, B. (2023). Peran Lembaga Pendidikan Dalam Sistem Pendidikan Indonesia. PENDIKDAS : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 04(02), 17–26. https://doi.org/https://doi.org/10.56842/pendikdas.v4i2.164
Kant, I. (1964). Groundwork of the Metaphysic of Morals, Translated and analysed by H.J. Paton. NewYork: Harper Torchbook.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2023. Kemendikbudristek Gaungkan Pendidik an Berkualitas tanpa Kekerasan melalui Forum Bakohumas, https://vokasi. kemdikbud.go.id/read/b/kemendikbudrist ek-gaungkan-pendidikan-berkualitas tanpa-kekerasan-melalui-forum bakohumas.
Knight, George R. (2007). Filsafat Pendidikan. Terj. Mahmud Arif. Yogyakarta: Penerbit Gama Media.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. 2023. Rakornas dan Ekspose KPAI 2023: Membangun Indonesia Bebas Kekerasan Terhadap Anak, https://www.kpai.go.id/publikasi/rakornas-dan-ekspose-kpai-2023-membangun-indonesia-bebas-kekerasan-terhadap-anak
Konsili Vatikan II. (1965). Konstitusi dogmatis tentang gereja dalam dunia dewasa ini (Gaudium et Spes). In R. Hardawiryana (Penerj.), Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI-Obor.
Kusnadi, A. (2021). Teologi Manusia Dalam Terang Penciptaan dan Penebusan: Sebuah Sintesis Doktrinal dari Perspektif Injili Reformis. Bandung: STT Reformasi.
Matthias, A. (2020). Dignity and Dissent in Humans and Nonhumans. Science and Engineering Ethics, 26, 2497–2510. https://doi.org/10.1007/s11948-020-00245-x.
Middleton, J. R. (2005). The liberating image: The imago Dei in Genesis 1. Brazos Press.
Moltmann, J. (1984). On Human Dignity, translated by Meeks Douglas. Greet Britain: SCM Press.
Novitasari, D., Radita, F. R., & Asbari, M. (2020). From Islamic Leadership to Ethical Climate and Innovative Work. INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIAL AND MANAGEMENT STUDIES (IJOSMAS), 03(02), 300–310. https://doi.org/https://doi.org/10.5555/ijosmas.v3i2.197
Patibang, O. I., Yunirma, Kalista, Y. P., Midian, C., & Mutiara. (2025). CITRA MANUSIA DALAM TEOLOGI KRISTEN: Sebuah Tinjauan Humanis Terhadap Imago Dei. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 3(1), 188–199. https://humanisa.my.id/index.php/hms/article/view/488
Saleh, Sirajuddin. (2017). Analisis Data Kualitatif. Bandung: Penerbit Pustaka Ramadhan.
Sandur,S.(2021). Etika kebahagiaan: Fondasi filosofis Thomas Aquinas. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Santoso, Slamet Imam. (1987). Pendidikan di Indonesia Dari Masa Ke Masa. Jakarta: CV. Haji Masagung.
Shintia, D., Asbari, M., Khairunisa, F., & Azizah, N. (2023). Rapor Pendidikan Indonesia : Quo Vadis Kualitas Pendidikan Indonesia ? Journal of Information System and Management (JISMA), 02(06), 2020–2023. https://doi.org/https://doi.org/10.4444/jisma.v2i6.633
Steinmann, R. (2016). The Core Meaning of Human Dignity. AJOL African Journal Online, 19(1), 1–32. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17159/1727- 3781/2016/v19i0a1244
Suparman, M. A. (2001). Mengajar di perguruan tinggi: Konsep dasar pengembangan kurikulum. Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.
Tarumasely, Y. (2025). Literasi dan numerasi sebagai aktualisasi imago Dei: Refleksi teopedagogis guru pendidikan agama Kristen di sekolah dasar kota Ambon. KURIOS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 11(3), 852–864. https://doi.org/https://doi.org/ 10.30995/kur.v11i3.1470
Taufik, A. (2019). ANALISIS KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK. El-Ghiroh: Jurnal Studi Keislaman, 16(01). https://doi.org/https://doi.org/10.37092/el-ghiroh.v16i01.71
Tournier, P. (1957). The Meaning of Person. London: SCM Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Severinus Piran, Laurentius Prasetyo

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.














