Sedekah Melalui Perspektif Teologi Kontekstual Joseph Harrod Dalam Merespons Kesenjangan Sosial Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.46408/vxd.v3i2.186Kata Kunci:
disiplin proaktif, Joseph Harrod, kesenjangan sosial ekonomi, sedekahAbstrak
Krisis ekonomi global telah menciptakan jurang pemisah antara golongan orang kaya dan orang miskin (kesenjangan sosial ekonomi). Kemerosotan spiritualitas umat beragama terbukti dengan keengganan mereka untuk bersedekah serta pengabaian mereka terhadap pentingnya esensi dari sedekah. Padahal, praktik bersedekah merupakan sebuah tindakan pragmatis untuk merealisasikan hukum kasih kepada sesama yang telah diajarkan dalam kekristenan. Untuk menyikapi isu sosial dan spiritual ini, Joseph Harrod menawarkan konsep pemahaman yang baru mengenai sedekah. Artikel ini bertujuan untuk menanggulangi masalah keengganan bersedekah menggunakan perspektif teologi kontekstual Joseph Harrod yaitu disiplin bersedekah secara proaktif, sebagai solusi dalam merespons kesenjangan sosial ekonomi yang dialami masyarakat, khususnya dalam lingkungan Gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis teks dan pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep disiplin bersedekah proaktif dapat menjembatani kesenjangan sosial ekonomi dan memperbarui kehidupan spiritual orang percaya.
Unduhan
Referensi
Friedman, Lawrence J., Ed. 2004. Charity, Philanthropy, And Civility In American History. 1. Paperback Ed. Cambridge: Cambridge University Press.
Guzik, David. 2016. Luke Verse By Verse Commentary. United State: Enduring Word Media.
Hananti, Vasika. 2022. “Tafsir Lukas 18:18-27 Dan Al Baqarah [2]:261-274 Sebagai Dasar Bersama Kristen-Islam Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia.” Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3(1):53–70. Doi: 10.46974/Ms.V3i1.53.
Harrod, Joseph C. 2019. “The Neglected Discipline Of Almsgiving.” Sage Journal 23. Doi: Https://Doi.Org/10.1177/1939790918812460.
Imeldawati, Tiur, Iwan Setiawan Tarigan, And Warseto Freddy Sihombing. 2021. “Sikap Waspada Terhadap Ketamakan Akan Kekayaan (Lukas 12:13-21).” Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen 19(1):121–34. Doi: 10.46965/Ja.V19i1.608.
Islahiha, Nur Azmil, Nur Frita, And Reza Maulana. 2019. “Penerapan Sistem Perekonomian Syariah Dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial Ekonomi Di Indonesia.” Pkm-P 3(2). Doi: 10.32832/Pkm-P.V3i2.472.
Jeremias, Joachim. 2016. Jerusalem In The Time Of Jesus: An Investigation Into Economic And Social Conditions During The New Testament Period. Peabody, Mass.: Hendrickson Publishers.
Larasati, Endang. 2022. “Badan Kebijakan Fiskal - Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 Dan 2023 Kuat Di Tengah Moderasi Pertumbuhan Ekonomi Global.” Retrieved September 7, 2022 (Https://Fiskal.Kemenkeu.Go.Id/Publikasi/Siaran-Pers-Detil/363).
Mulyono, Yehezkiel Sugeng, Hana Suparti, And Paulus Sentot Purwoko. 2021. “Implementasi Pengajaran Hidup Benar Menurut Roh Kudus Berdasarkan Galatia 5:16-26.”
Nugroho, Widianto. 2015. “Kristologi Kesanggrahan: Sebuah Tanggapan Atas Kemiskinan Dan Realitas Kesenjangan Ekonomi Di Indonesia.” Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Yogyakarta.
Rhee, Helen. 2018. “Philanthropy And Human Flourishing In Patristic Theology.” Religions 9(11):362. Doi: 10.3390/Rel9110362.
Rizaldy, Gde Ngurah Reza, Kayla Nathania Thayeb, And Davin G. Sitompul. 2021. “Filantropi Kristen: Respons Tubuh Kristus Dalam Mengatasi Kemiskinan Pada Masa Pandemi Covid-19 Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:44-45.” 14.
Schnabel, Eckhard J. 2012. Acts: Zondervan Exegetical Commentary On The New Testament. Grand Rapids, Michigan: Zondervan.
Siswanto, Anton. 2020. “Hamba Tuhan Dan Seni Memberi.” Excelsis Deo 16.
Sutoyo, Daniel. 2014. “Gaya Hidup Gereja Mula-Mula Yang Disukai Dalam Kisah Para Rasul 2: 42-47 Bagi Gereja Masa Kini.” Jurnal Antusias 3:40.














